Pofil

Sungai adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa untuk umat manusia. Maka sebagai manusia yang beriman kepada-NYA kita berkewajiban menjaga keberadaan sungai yang ada dilingkungan kita. Sungai yang jernih dan bebas dari segala jenis sampah adalah sungai impian kita bersama. Menjaga sungai adalah sebagian dari aktualisasi atau pengejawentahan nilai-nilai dan semangat keberagamaan kita sebagaimana sabda kanjeng Nabi Muhammad SAW, "annadhlofatu minal iman", yang artinya kurang lebih; "kebersihan adalah sebagian dari iman". Bukankah kita semua adalah orang-orang yang beriman kepada-NYA!

Dukuh Dayu dan dukuh Complongan yang ada di Desa Karanggandu, Kec. Watulimo Kab. Trenggalek adalah kawasan yang dilewati aliran Kali Songo atau DAS (Daerah Aliran Sungai -Kali Songo). Masyarakat dapat memanfaatkan DAS Kali Songo antara lain untuk; pengairan area persawahan, tempat mencuci, mandi dan lain sebagainya. Agar masyarakat tetap dapat memanfaatkan DAS Kali Songo untuk jangka waktu yang panjang dan turun temururn sampai anak cucu, maka saat ini kewajiban menjaga sungai adalah tanggungjawab seluruh elemen masyarakat yang ada.

Fakta dari DAS Kali Songo yang melintasi area perkampungan di dukuh Dayu dan Complongan saat ini oleh sebagian penduduk digunakan sebagai tempat pembuangan sampah domestik, buang air besar dan membuang berbagai macam sampah plastik, hewan ternak yang mati dan masih banyak jenis sampah lainnya. Dengan demikian kondisi sungai menjadi kotor jika musim kemarau tiba. Selain itu area persawahan juga kotor penuh sampah saat musim hujan tiba. Hal ini sangat merugikan bagi masyarakat sendiri khususnya masyarakat yang memiliki dan sedang menggarap sawahnya.

Fakta lain di sepanjang DAS Kali Songo yaitu berkurangnya berbagai jenis biota (ikan) lokal karena sebagian masyarakat menggunakan strum dan obat-obatan mematikan saat menangkap ikan di DAS Kali Songo. Jika penangkapa dengan model demikian dibiarkan, maka sangat mungkin DAS Kali Songo akan menjadi sungai yang kotor sepanjang masa dan keberadaan ikan akan punah.

Selain fakta di atas, di sepanjang DAS Kali Songo mulai kehilangan kedung-nya. Kedung adalah bagian sungai tertentu yang memiliki kedalaman lebih dari rata-rata kedalaman sungai. Padahal kedung tersebut menjadi tempat yang ideal untuk perkembangbikan ikan. Hilangnya kedung tersebut disebabkan oleh kondisi perbukitan atau gunung tempat penyimpanan mata air yang kurang bagus. Keberadaan perkebunan rakyat (goplan -kebun rakyat yang tanahnya milik perhutani) kurang memperhatikan kebutuhan alamiah sumber mata air (menanam pohon disepanjang tepian kiri dan kanan DAS Kali Songo). Akhirnya saat musim hujan tiba air yang berlimpah itu menganggut material gunung (tanah, kerikil, potongan-potongan kayu, dll) ke badan DAS Kali Songo dan secara ekstrim mempercepat penambahan material di badan sungai dan menyebabkan pendangkalan sungai akhirnya kedung menjadi hilang.

Melihat realitas DAS Kali Songo saat ini sebagaimana yang dipaparkan di atas, maka kami (Paguyuban Trisno Kali Songo) ada dan dibentuk untuk menjadi bagian dari pemulihan DAS Kali Songo. Selain itu Paguyuban Trisno Kali Songo bermaksud mengejawentahkan spirit mencintai lingkungan dan mencintai kebersihan sebagaimana sabda Kanjeng Nabi Muhammad di atas.

Visi 
1. Terwujudnya DAS Kali Songo yang bersih dan bebas dari segala bentuk pencemaran
2. Terwujudnya ekosistem yang seimbang di area DAS Kali Songo 
Missi 
1. Mewujudkan masyarakat Dayu dan Complongan yang mencintai DAS Kali Songo
2. Mewujudkan DAS Kali Songo sebagai kali yang bersih da sebagai alternatif wisata alam pedesaan.
Alamat
Desa Karanggandu RT/RW 22/08 Watulimo Trenggalek Jawa Timur Kode Pos 66382 HP 081 216 765 275